Wednesday, December 24, 2008

Proklamasi 17 mei 1949

Kalau proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945 pasti sudah gak asing di telinga kita semua. Tapi kalau proklamasi 17 Mei 1949?! Itu nah, proklamasi yang menyatakan bahwa Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Republik Indonesia…

PROKLAMASI

M e r d e k a !

Dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, Mempermaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur Tentara dari ALRI melingkupi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjadi bagian dari Republik Indonesia. Untuk memenuhi isi proklamasi 17 Agustus 1945 yang ditandatangani oleh Presiden Sukarno dan Wakil Presiden M. Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperjuangkan sampai tetesan darah penghabisan.

Tetap Merdeka !

Kandangan, 17 Mei IV Rep.

a.n. Rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan
Gubernur Tentara
Hassan Basry


Sumber: http://kerajaanbanjar.wordpress.com/tag/sejarah-kerajaan-banjar/

Gumbili Nagara

Pernah melihat gumbili (ubi) sebesar kepala kerbau?!
Itulah gumbili nagara (Ipomoea batatas L), ubi jalar khas Kalimantan Selatan. Dijuluki ubi raksasa karena gumbili nagara yang sejenis ubi jalar ini ukurannya bisa sebesar semangka, berbentuk lonjong tak beraturan, beratnya bisa mencapai empat sampai tujuh kilogram! Namun, bukan cuma ukurannya yang istimewa. Gumbili nagara rasanya enak. Jika digoreng, rasanya renyah, empuk, dan kandungan airnya tidak berlebihan. Adapun kandungan tepungnya tinggi dan tahan disimpan selama dua bulan.
Uniknya, gumbili nagara ini hanya bisa dibudidayakan di sekitar perairan rawa Sungai Nagara, terutama di Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Akan tetapi, petani hanya menanam gumbili pada saat musim kemarau ketika kawasan rawa menjadi daratan, bersama tanaman semangka, jagung, dan cabai.
Umumnya, gumbili nagara ini digoreng (pakai tepung maupun tidak) ataupun direbus. Makanan ini populer di sekitar Nagara, Kandangan, Banjarmasin. Selain populer di masyarakat Kalsel, gumbili nagara juga ”diekspor” hingga ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Akhmad Rijali Saidy, pengajar Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru, memaparkan berdasarkan penelitiannya ada empat jenis gumbili nagara, yakni gumbili kai lama, kai baru, gumbili habang, dan gumbili biru. Gumbili kai lama dan kai baru warna ubinya putih, sedangkan gumbili habang warna ubinya merah ke kuning-kuningan. Adapun gumbili biru, sesuai namanya, warna ubinya biru ke ungu-unguan.

Hidup di rawa
Luar biasa! Itulah kata-kata paling tepat untuk menggambarkan cara bertani di areal pertanian rawa perairan Sungai Nagara, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Petani yang menanam gumbili nagara ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kehidupan alam di kawasan rawa. Maka, tidak heran kalau banyak petani rumah yang kosong karena selama sepekan para petani berada di pahumaan (areal pertanian atau kebun). Untuk menemui mereka, tamu harus menunggu mereka kembali pada Kamis atau Jumat (pulang untuk shalat Jumat, sekaligus menyiapkan bekal selama sepekan tinggal di lapau atau gubuk di kebun).
Lahan pertanian gumbili nagara ini tidak mudah dijangkau karena tidak bisa dicapai dengan kendaraan darat. Satu-satunya transportasi yang bisa digunakan adalah jukung atau perahu kecil bermesin yang dikenal dengan nama jukung ces. Meskipun area pertanian mereka jaraknya kurang dari 10 kilometer, namun untuk mencapainya memakan waktu 1,5 jam karena menggunakan jukung atau perahu kayu berkapasitas tiga orang yang hanya berkekuatan mesin 16 PK.

Alamiah
Untuk mengolah tanah, para petani manguit atau mangikih (membongkar dengan tangan) tanah dan manyepak atau tinjak (sepak atau injak dengan kaki untuk mengetahui besaran ubinya) dalam tanah. Untuk bisa bahuma (bertani) cepat, para petani biasanya maupahakan (mengupah) untuk membersihkan kumpai (rumput) dan semak belukar. Kumpai-kumpai yang mereka bersihkan tidak dibuang, tetapi dibiarkan hingga kering. Tujuannya, selain untuk melindungi ubi dari sengatan matahari juga menahan tanah tidak cepat kering. Setelah itu, mereka membuat tukungan (lajur pematang) untuk menanam bibit gumbili dengan jarak sekitar 1,5 meter.
Layaknya teknik pertanian organik, bertani gumbili nagara sampai sekarang masih bertahan dengan cara alamiah, artinya tidak menggunakan pupuk dan obat-obatan. Kalaupun memakai obat, itu hanya dilakukan saat mengalami serangan hama ulat. Serangan hama babi, mereka atasi dengan menyalakan lampu minyak atau menyirami air seni manusia ke seluruh pematang kebun. Air seni itu dikumpulkan. Ternyata, babi hutan tidak berani datang selama 10 hari karena mencium air seni manusia!

Sumber:
Syaifulah, Muhammad. 2006. Gumbili Nagara, Ubi Raksasa dari Kalsel. Kompas 27 Januari 2006. (http://kompas.com/kompas-cetak/0601/27/daerah/2217771.htm)

New Generation of FKMB

Sebagai panitia, himung banar tu pank karena akhirnya usai sudah Musyawarah Besar Forum Komunikasi Mahasiswa Banjarmasin (FKMB) pada Sabtu-Minggu, 20-21 Desember 2008 di Ds. Telekung, Junrejo-Batu kemarin. Lapah! Coz kada nyaman” mangumpulakan kakawalan Banjarmasin dalam satu kepanitiaan, dalam satu forum, demi terlaksananya Mubes FKMB 2008 niy. Asrama putra dan asrama putri “Kayuh Baimbai” jadi saksi bisu perjuangan ini. Hepi banar coz akhirnya FKMB yang mati suri hidup kembali…

SELAMAT DAN SUKSES
Kepada seluruh panitia atas terlaksananya Mubes FKMB 2008
Terimakasih kepada seluruh pihak atas bantuannya dalam pelaksanaan Mubes FKMB 2008

Sayangnya banget gak banyak mahasiswa Banjarmasin yang turut serta pada New Generation of FKMB ini. Padahal, undangan, pamflet, dan SMS sudah banyak disebarkan agar mahasiswa Banjarmasin di Malang ikut menjadi saksi kebangkitan FKMB. Alhamdulillah, setelah melewati sidang yang seru sampai tengah malam dan berlanjut ke keesokan harinya, yang seharusnya acara berakhir jam 12 siang malah molor sampai jam 4 sore, akhirnya terpilih juga ketua FKMB yang baru.

SELAMAT atas terpilihnya M. A. Qiram
Sebagai Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Banjarmasin periode 2008-2009

Semoga program kerja FKMB periode 2008-2009, kada perlu muluk-muluk, tapi terlaksana dan sukses! Kawa mangumpulakan dan marakatakan mahasiswa Banjarmasin yang ada di Malang. Qiram, kami semua pasti akan mendukung dan membantui ikam dalam menjalankan FKMB. Asal jangan kada ingat makan”nya lah ^.^v

Sekali lagi kuucapkan selamat dan sukses kepada New Generation of FKMB… :)

Give Me a Chance

Sunday, December 14, 2008

Friday, December 12, 2008

HALAL BI HALAL & SILATURRAHMI MAHASISWA/I KOTA BANJARMASIN SE - MALANG RAYA

السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته

“NEW GENERATION OF FKMB”


BAGI MAHASISWA/I KHUSUS DARI KOTA BANJARMASIN MARI BERKUMPUL, BERSATU, & MEMPERERAT TALI SILATURRAHMI KITA PADA:
 
ACARA : HALAL BI HALAL & SILATURRAHMI MAHASISWA/I KOTA BANJARMASIN SE - MALANG RAYA
TGL/JAM : 20 — 21 DES 2008/ 11.00 WIB
TEMPAT : BATU 
KONTRIBUSI : Rp. 10.000,- (Plg lmbt dibayarkan Rabu, 17 Des ‘08)
 
DEMI MENINGKATKAN PERSAUDARAAN KITA, DIHARAPKAN KEIKUTSERTAAN PIAN BARATAAN DALAM ACARA TERSEBUT. TRIM’S.
 
والسلا م عليكم ورحمة الله وبركاته
 

Info:
Kamil “S2 UIN” : 0819 5340 7322       Heny “S2 UMM” : 0819 3188 4425
Rina “UM” : 0815 2815 843                  Mizwar “UB” : 0819 5270 5166
Kiki “STIKI” : 0341 5450305               Qiram “ITN” : 0341 9379003  
 
n/b : Berangkat bersama hari Sabtu jam 10.00 dari Asrama Puteri Banjarmasin “Kayuh Baimbai” Jl. MT. Haryono Gg.17 No.150 ( DINOYO )
 

ampun gawi: Forum Komunikasi Mahasiswa Banjarmasin (FKMB)

Bolehkah Berkata Tidak?!

Kenapa yach kalau ada cewek yang say no to poligami (terutama poligini) dibilang dia tuh cewek yang pemahaman agamanya kurang?

Apa karena kebanyakan Ce yang pemahaman agamanya bagus (contoh: Teh Ninih) take it easy aja dipoligini?!

Tak bolehkah cewek say no to poligini (baca: tidak mau dipoligini bukan berarti poligini tuh gak boleh) kalau baginya poligini itu adalah sesuatu yang gak sesuai 'enak'?!

Apa cewek yang gak mau dipoligini itu selalu gak punya pemahaman agama yang bagus?

Apa Dewi Yull yang lebih rela bercerai daripada dipoligini bukan contoh perempuan yang baik?!

Apa boleh cewek yang pemahaman agamanya bagus say no to poligami alias gak mau dipoligini walaupun agama membolehkan?! (Poligini tuh ‘boleh’ kan, bukan ‘wajib’?! Persyaratannya juga gak mudah kan?!)


Sebagai cewek rasanya ‘terganggu’ juga kalau ada yang berucap:

“Kalau gak paham agama dan gak ngerti hukumnya jangan sok berpendapat. Kalau pingin poligini dan merasa mampu kenapa gak, lakukan saja.”

Well, pemahaman agamaku memang gak bagus dan aku tuh terbilang ‘feminis’. Tapi kenapa untuk hal seperti ini cewek jarang dilibatkan?! Memangnya cewek gak ada hak suara dalam hal ini?

Bagiku akan lebih bijak kalau ada yang berucap gini:
“Istriku saja gak masalah aku berpoligini kenapa jadi kalian yang ribut?!”

Wednesday, December 3, 2008

Yang ‘TER’ di KalSel. Adakah yang bisa menginformasikannya untukku?!

Sungai terpanjang di dunia: S. Nil = 6695 Km; di Indonesia: S. Kapuas = 1143 Km
Titik tertinggi di dunia: Mount Everest = 8848 m dpl; di Indonesia: G. Semeru = 3677 m dpl

Kalau yang di bawah ini pakai kata ‘TER’ kedengarannya maksa banget deh!! So, pakai kata ‘paling’ aja yach…
1.Pulau paling utara di Indonesia: (kalau gak salah) Pulau Miangas, Desa Miangas, Kec. Nanusa, Kab. Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
2.Pulau paling selatan di Indonesia: (kalau gak salah juga) Pulau Dana, Kec. Rote Barat Daya, Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur.
3.Pulau paling barat di Indonesia: (kalau gak salah) Pulau Rondo, Kelurahan Ujung Ba’u, Kec. Sukakarya, Kab. Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam.
4.Pulau paling timur di Indonesia: ?! Habis kalau merujuk lagu ‘Dari sabang sampai Merauke’, berarti daerah paling timur tuh ya Merauke. Sedangkan dari rujukan ’12 Pulau Terdepan Indonesia’ gak ada yang mencantumkan daerah Merauke. So?!
(lengkapnya baca ’12 Pulau Terdepan Indonesia’)

Yang ‘TER’ lainnya di Indonesia dan dunia bisa baca di RPUL (buku favoritku waktu SD-SMP tuh selain Sailormoon, Donal Bebek, dan majalah Bobo!!) atau Buku Pintar. Cari di search engine juga gampang. Tapi adakah yang bisa memberitahuku segala hal yang ‘TER’ di ‘banua’nya Urang Banjar?!
1.Apa titik tertinggi di KalSel? (jwb: G. Besar = 1892 m dpl, isn’t it?!)
2.Apa titik terendah di Kalsel?
3.Apa nama daerah/pulau paling selatan dan timur KalSel?
4.Apa nama air terjun tertinggi dan terbesar di KalSel?
5.Apa saja pulau” dan daerah” terpencil di KalSel?
6.Apa nama gua terbesar di KalSel?
dan yang ‘TER’ lainnya?!
Kudoakan murah rezeki, tuntung pandang, ruhui rahayu deh… ^.^

Coment:
- Duta Mal (DM), mal/plaza terbesar di KalSel :p
- Jembatan Barito! Terpanjang tuh di Indonesia… (masihlah jadi yang terpanjang di Asia Tenggara?!)
- Napa lagi?! Hehehe… ^.^v

Tuesday, December 2, 2008

What can I do to Make You Love Me?


Aku selalu memikirkanmu
Itu membuatku sedih, karena belum tentu kamu juga memikirkanku
Itu membuatku senang, karena meyakinkan bahwa aku benar-benar mencintaimu
Tapi, masihkah ada tempat spesial untukku di hatimu?

Kamu bilang aku tak akan kuat bersamamu

Aku tak akan kuat jika sendirian di sini. Tanpamu

Mungkin caraku mencintaimu sederhana:
Mengirimkan bait-bait cinta, sekotak kue coklat…
Menyunggingkan senyum termanis yang bisa wajah berjerawatku tampilkan…
Dan selalu mendoakan kebahagiaan untukmu.
Aku ingin menjadi tempat kamu menangis, tertawa, dan bermanja
Akan kusediakan bahuku, waktuku, dan jiwaku untuk itu.
Tak banyak cara yang kutahu untuk menunjukkan rasa cintaku kepadamu
Adakah cara lain yang kamu mau?
Aku tak menjamin tak akan ada rasa sesal mencintaiku.Aku tidaklah sempurna
Tapi aku ingin kita sama-sama merasa sempurna dengan saling mencintai

nb: terinspirasi dari lagunya b*witched 'What can I do to Make You Love Me?'

dedicated 4 Kk "Menyebalkan"

Friday, November 21, 2008

Tagantar


Inspirasi cerita tagantar (Chatting dan Jablai), kudapat dari hasil baca Psikologi abnormal punya adingku dan tentunya pengalamanku sendiri. Akhirnya kubuat cerita deh! Tapi kedua ceritaku itu pastilah gak benar” riil. Tentunya tokoh dan setting ceritanya adalah hasil karanganku.

baca ceritanya di http://loveactually-aluhlangkar.blogspot.com

Inspirasi yang cyber sex, waktu awal” kenal internet (zaman” SMP), sama sahabatku, kami suka banget chatting. Nah, kadang ada aja yang ngajak kenalan trus nanya yang ‘aneh”’ dan uuj ngajakin ML. Kalau lagi ‘malas’ c gak kami tanggapin. Tapi, kadang ada juga niat to iseng. So, kami ladenin aja buat seru”an. Jawabannya pun dihiperbolis biar hot!! Sambil ngetik sambil ketawa gak jelas. Lagian, waktu SMP pengetahuan kami tentang yang gituan kan masih minim. Dunk” banget jadinya... Tapi untung gak pernah ada yang nekat pakai webcam!!

Kalau yang ekshibisionisme, gak nyangka banget aku bakal jadi korbannya!! Fortunately, I just look his face!! Soalnya kalau lagi jalan aku bukan tipe yang suka merhatiin orang, apalagi ngelihatin dari atas sampai bawah. Puff!! Aku jadi yakin dia pengidap ekshibisionisme lantaran ngerasa dia melakukan sesuatu yang janggal . Ditambah lagi, sebelumnya adingku pernah cerita kalau dia ketemu pengidap ekshibisionisme di tempat yang sama. Setelah kukonfirmasi ke adingku, ternyata benar itu dia. Adingku juga ketemu dia gak lama setelah aku. Untungnya dia sudah gak melakukan bad habitnya. Ekspresi mukanya tuh datar banget!! Untungnya tu Co gak menggangu (coz aku pura” cuek padahal aslinya shock dan merinding jijay).

Yang sempat bikin takut tuh waktu KKN, posko kami didatangi pengidap schizofrenia yang kayaknya c kebelet merit. Ceritanya rada mirip ma kisah ’Jablai’ lah. Nakutin tapi seru!!

Adingku pernah magang di RSJ Sambang Lihum. Katanya saat berhadap dengan para pengidap schizofrenia, awalnya c memang takut. Tapi lama-lama asik juga coz merasa menemukan dunia yang berbeda. Kadang kesal, lucu, sedih, ... melihat apa yang terjadi pada mereka. Bagaimanapun juga mereka kan juga manusia. Ada banyak pelajaran yang bisa didapat dari itu dan semoga mereka sembuh... (ada yang mau menerapi mereka?!)

Well, pernah menghalami hal +- sepertiku?! Wanna share maybe?!

Chatting

Aisha memang cewek yang gila chatting. Setiap ngenet, dia pasti chatting. Ntah pakai YM, MIRC, skype, google chat, atau apalah yang bisa dipakai buat chatting! Nah, setelah sukses dengan penelitiannya mengenai kehidupan para gay untuk tugas psikologi abnormalnya, untuk tugas akhir metodelogi penelitian, dengan mantap Aisha menyatakan ingin meneliti mengenai para pengguna cyber sex yang menggunakan jalur MIRC.

Apa yang menyebabkan Aisha berniat melakukan penelitian mengenai hal yang extrem ini? Alasannya adalah dia sering banget diajakin bercyber sex sama kawan chatnya. Ada yang to the point ngajakin, ada juga yang kayak udang di balik bakwan, malu-malu kucing. Pertama bilang cari kawan ngobrol, ternyata ujung-ujungnya ngajakin ML.
Amelia dan Sindy sempat mengungkapkan rasa heran mereka. Mereka bahkan menyuruhnya berkali-kali mempertimbangkan hal ini.
“Sha, kamu yakin? Sebaiknya jangan deh.”
“Sha, aku sendiri akan mempertimbangkan masak-masak kalau ingin melakukan penelitian ini. Apalagi kamu? Gak pantas! Gak cocok. Kamu pasti akan menemukan hal-hal gak kamu kira sebelumnya,” Amelia sangat serius mengingatkan Aisha perihal ini.
“Gals, aku tuh calon psikolog. Bagiku ini tantangan. Mengetahui kenapa mereka melakukannya, seberapa sering, apa untungnya, sebanyak informasi yang bisa kudapatkan deh.”
Aisha kalau sudah berniat memang gak bisa dicegah. Kalau dia ingin es krim ya dia akan beli atau minta dibeliin es krim. Begitu juga kalau dia ingin mentraktir Amelia dan Aisha makan. Maka mereka akan pergi ke warung, pujasera, kafe, atau rumah makan yang menyediakan makanan empat sehat lima sempurna.
Tapi yang namanya Aisha tetaplah Aisha. Dia gak mau meladeni ajakan seperti itu jika sedang chat sendirian. Cewek ‘jilbaber’ seperti Aisha termasuk ’keren’ berniat meneliti hal seperti ini. Oleh karena itu, harus ada Amelia atau Sindy atau kedua di sampingnya. Selain biar ada yang membantunya membalas godaan birahi lawan mainnya (soalnya, loadingnya untuk hal yang satu ini kayak pentium 1), biar ada kawan buat ketawa juga menanggapi birahi via dunia maya ini.
Seperti yang mereka lakukan saat ini. Berhubung internetan di rumah sekarang sudah gak semahal dulu, mereka pun jadi jarang ke warnet. Apalagi kalau di rumah bisa sambil nyemil dan menghangatkan diri dalam selimut tebal.

Hello girl, wanna having sex with me?!
with me?
why u choose me?
coz i want u
ur soo egoist
yeah
i want u. So, u must be my mine
well, let me see
i love u
are we must say that word b4 ML?
i think yes
well
?
slow down baby
i’m try

Amelia senyam-senyum. Dia merebut keyboard dan menulis balasan.

memangnya sudah kebelet?!
gitu deh…
gak mau tanya dulu siapa namaku?
oh iya, lupa
habis kebelet sih :p
alya
km?
bondan
kul/skul?
kul
km?
kul
ok…
?!
km mbayangkan Q ce seperti apa?
cewek a/ cewek
semua cewek sempurna di mataku
i love it
i wanna kiss ur lip
hug me

Yang terakhir itu Sindy yang menulis.

may i?
what?
open ur dress
i’m yours

Excellent. Gak nyangka Aisha bisa menuliskan kata-kata yang terakhir itu. Amelia dan Sindy takjub sejenak melihatnya.
Mereka merapatkan selimut karena malam semakin larut dan dingin semakin menggigit tulang. Jangankan chatting di malam hari (dingin pula!), di siang hari saja ada banyak yang nafsu untuk melakukan cyber sex.
Well, kisah selanjutnya sebaiknya disensor. Yang pasti, chatting dengan si co_genit tadi berlangsung sekitar 30 menit. Entah di seberang sana dia benar-benar menghayatinya atau sama seperti mereka, menuliskan kata-kata menggoda sambil tertawa cekikikan. Satu persatu dari mereka menanggapi hasil chatting tadi.
“Ternyata hari gini ada juga yang bercyber sex sesopan itu,” Aisha yang pertama memberikan komentartar.
“May I open your dress?” Amelia mengucapkan kata-kata itu dengan penuh penghayatan.
“May I open my pants now?” kali ini Sindy yang mengucapkan. Mereka bertiga kembali tertawa cekikikan.
Aisha kini duduk manis bersama Amelia di depan komputernya. Chatting. Sindy gak ikutan karena sedang pergi dengan Randy.

hi cewek, aku boleh kenal kamu lebih jauh?
boleh
asl plz
rambut kamu sepanjang apa?
sebahu
asl plz
rambut kamu hitam banget, sehat lagi
mmm, harum…
kamu pakai sampo mahal ya jadi rambut kamu seindah ini?

“Ini cowok, pengkhayal tingkat tinggi rupanya,” Amelia berkomentar.

masih single?
absolutely yes
masih virgin?
mau jawaban jujur atau bohongan
gak masalah tuk aku
well, udah lama gak tuh
sudah lama juga gak…
gak apa?
masa gak tau?
apa?

“Oon atau pura-pura oon sih cowok ini?! Atau kita salah tanggap?! Mengira dia mau bercyber sex padahal ngegombal doank?!”

aku gtg aja deh
eh, jangan…
memangnya kamu gak pingin?
pingin apa?
katanya sudah lama gak…
gak apa?
cewek manis kayak kamu pasti hebat di atas ranjang ;)
(mulai ngeres)
sayangnya kita sedang gak di atas ranjang :p
(tersenyum nakal)
jadi…
name plz…
asl plz…
aku gak mau ML sm orang yg minimal gak aku tau nama n asl-nya
chatc me if u can ;)

Cukup lama mereka menunggu. Mungkin cowok ini ilfil karena mereka terlalu banyak tingkah. Tapi ternyata…

sori lama
tadi ada telepon masuk
Roy
25 mlg

Mereka tersenyum senang. Chatting pun berlanjut.

Aisha sudah mendapatkan beberapa responden dari beberapa kali chatting. Diantaranya bahkan ada yang sempat ketemu lagi beberapa kali. Ada yang setiap ketemu ngajakin ML, ada juga yang kadang ngajakin ngobrol doang.
Hari ini Aisha berniat mengakhiri penelitiannya. Dengan bahan yang sudah terkumpul, dia merasa penelitiannya sudah cukup untuk menyelesaikan tugas akhir Metode Penelitian yang sebenarnya masih lama dikumpulkan. Amelia dan Sindy sedang kursus aplikasi SIG. Karena kesepian, kali ini dia nekat chatting sendirian.
Baru saja on line sudah ada yang menyapanya.

hi girl, udah lama gak ketemu
masih ingat aku?

“Tentu saja aku gak lupa sama cowok sesopan kamu,” Aisha membatin. Dia tersenyum sendiri mengingat chatting pertama mereka. Andai Amelia dan Sindy ada di sini, mereka pasti bersemangat sekali untuk menggodanya.

kemana saja c kamu?
kangen

Puff, ternyata Amelia dan Sindy telah memberikan pengaruh buruk dengan menjadikan cewek alim kayak Aisha menjadi genit dan sok manja.

sori yang, sibuk
untung sekali OL ketemu kamu lg
i miss u too

“Olala….”

ngenet dimana ni?
ranjang
pantas…
?!
aku langsung horny
oich

Muncul gambar dari seberang sana. Rupanya co_genit kali ini menggunakan web cam.

hey, what r u doin’ honey?!

Aisha shock, kaget, stres. Bukannya mengarahkan web cam ke wajah, co_genit malah meletakkan web cam gak jauh dari pangkuannya. Dia refleks mematikan komputer karena co_genit dengan cepat membuka resleting dan memperlihatkan ‘adik kecilnya’.
”Astagfirullah hal’azim. Ya Allah, apa selama ini aku telah melakukan hal yang sangat fatal?!” air mata Aisha mengalir di wajahnya. Secepatnya dia mengambil wudhu lalu melakukan shalat tobat.
Aisha benar-benar shock, kaget, dan stres. Dia gak menyangka hal itu akan terjadi tadi. Sebelumnya, gak ada satupun respondennya yang melakukan hal itu. Apalagi dia memang belum pernah melihat yang begituan.
Aisha jadi sering diam dan melamun. Walau melamun, dari mulutnya sering keluar lantunan dzikir. Amelia dan Sindy jadi bingung dan khawatir. Apalagi tugas akhir metode penelitiannya yang hampir selesai gak disentuhnya sama sekali. Ini bukan Aisha, cewek alim yang cantik, tekun, dan jenius yang mereka kenal. Mereka jadi berpikir Aisha sedang depresi atau mulai mengidap gangguan kejiwaan.
“Sha…,”
Aisha menangis. Dia lalu menceritakan kisah chattingnya dengan co_genit.
“Han, napa tia ja ku (tuh kan, apa aku bilang),” mendengarnya, Sindy langsung memelototi Amelia yang hampir ketawa ngakak. “Sori.”
“Gak apa. Kamu benar. Seharusnya aku mendengarkan kalian. Aku…,” Aisha kembali menangis.
“Sha, kami juga nangis melihat ‘adik kecilnya’ cowok yang bukan suami kami. Tapi kamu jangan kayak ini terus dong. Kalau mau, kita nangis bersama saja.”
“Maksudnya?”
“Kemarin sore sepulang kuliah, kami ngenet di area hotspot MIPA. Selain kami, ada sepasang kekasih yang juga lagi ngenet. Tiba-tiba saja muncul seorang bapak di hadapan kami. Kami gak tahu dia siapa. Mungkin orang kampung yang masuk ke area kampus. Yang pasti, bapak itu pengidap parafilia1,” air muka Sindy menunjukkan rasa shock yang gak kalah besar dengan Aisha.
“Saat itu dia hanya memakai sarung. Lalu dia melakukan aksi ekshibisionisme2 di hadapan kami. Kami teriak, menutup laptop, lalu pergi dari sana. Sepasang kekasih itu juga. Gak nyangka aku bakal jadi korbannya!”
Mereka kemudian terdiam lama sebelum akhirnya Aisha bersuara.
“Sekarang baiknya bagaimana? Aku selesaikan penelitian cyber sex, membuat tugas akhir dengan masalah yang lebih wajar, atau meneliti ekshibisionisme yang sempat menimpa kalian?”
“Kamu tuh ya Sha, gak jera-jera juga!”
“Bukankah hal gila sudah sering menimpa kita?! Lagian aku belajar ini dari kalian kok,” Aisha kini mulai bisa tertawa lagi.
“Bagaimana kalau kita beli es krim. Sambil menunggu hal gila berikutnya yang akan menimpa kita?!”
“Setuju!” gak lama kemudian mereka terlihat dengan lahap menyantap sekotak es krim yang dibeli di toko gak jauh dari kontrakan.

Jablai

Rabu Malam…

Malam ini cukup romantis karena langit sedang bertaburkan bintang. Tetapi gak berlaku bagi penghuni kontrakan di Jalan Jombang IC No. 23A. Amelia dan Sindy sedang menyelesaikan tugas kuliah mereka di ruang tamu, berkawankan notebook. Sedangkan Aisha, asik dengan novel Islami yang baru dibelinya.
Tugasnya yaitu membuat perencanaan pengembangan suatu wilayah. Tidak langsung terjun ke lapangan sih, tetapi melakukan analisis menggunakan beberapa jenis peta dengan daerah yang sama. Entah kenapa tugas ini mereka dapatkan di mata kuliah Geografi Regional Indonesia, bukan di mata kuliah Geografi Pengembangan Wilayah!
Peta-peta itu (peta administrasi, peta penetapan fungsi jalan, peta pengembangan kawasan prioritas, peta sebaran pemukiman, peta hirarki kota-kota, dan peta rencana sistem pusat-pusat) dioverlay agar menghasilkan peta baru yang disesuaikan dengan pengembangan yang direncanakan. Untungnya mereka cukup terampil menggunakan program SIG seperti Arc GIS, Map Info, dkk walau masih tingkat pemula sehingga gak perlu mengerjakannya secara manual.
“Sha, siapa tuh di depan pagar jam segini?” Amelia melihat cowok, entah siapa, memandangi kontrakan mereka.
Aisha pun mendatangi cowok tersebut lalu bertanya, “Cari siapa, Mas?”
“Cari kalian.”
Aisha memandang cowok itu dari ujung kepala hingga kaki, meneliti dengan tajam untuk menemukan hal yang gak beres dari cowok itu. Cowok itu menggenakan sweater coklat dengan dalaman t-shirt putih yang ukurannya sedikit lebih panjang dan celana jins biru panjang.
Cowok itu berumur sekitar 25 tahun. Tingginya lumayan, wajahnya pun gak bisa dibilang jelek. Gak ada yang aneh, kecuali wajahnya yang terlihat linglung walau sepertinya baik-baik saja.
“Cari kami? Memangnya ada apa?”
“Mau kenalan.”
“Kenalan? Malam-malam begini? Besok atau lusa memangnya gak bisa?!” lalu entah mengapa otak Aisha memerintahkan untuk lari, masuk ke kontrakan, lalu menutup pintu dan tirai jendela dengan wajah pucat.
Untungnya sejak jam delapan tadi Aisha sudah mengunci pagar. Tadi turun hujan yang cukup lebat. Malam dingin dan becek gini tentunya orang-orang malas keluar rumah atau melakukan aktivitas bertamu. Makanya, cowok itu gak bisa masuk ke halaman kontrakan. Rupanya secara gak sadar itu merupakan firasat akan terjadi sesuatu yang mengejutkan.
“Ada apa Sha, kamu kenapa jadi pucat gitu?”
“Cowok itu siapa?”
“Gak tau. Orang gila mungkin. Dia cari kita, ngajakin kenalan, jam 09:20 malam,” jawab Aisha sambil melihat jam dinding.
“Orang gila?” dengan takut-takut Sindy memandang keluar dari balik tirai. “Dia masih di depan pagar.”
“Kamu takut sama orang gila Sha?” tanya Amelia heran sambil ikut-ikutan memandang cowok itu dari balik tirai.
“Secara, calon psikolog juga manusia. Kalau ketemunya di rumah sakit jiwa aku masih bisa berpikir tenang, tapi gak kalau ketemunya di depan kontrakan malam-malam gini, ngajak kenalan lagi! Masih lumayan kalau dia gila, kalau ternyata psikopat?” Aisha benar-benar shock dibuatnya.
“Lia, jangan keluar! Di luar sepi. Kalau dia ngapa-ngapain gimana?” larang Sindy yang ikut-ikutan shock.
“Telepon Kak Fajar atau Randy, terserah siapa buat ngusir cowok itu. Pokoknya supaya cowok itu pergi dari sini,” pinta Aisha sambil menyerahkan ponselnya. Meminta Amelia atau Sindy menghubungi kekasih mereka.
“Biar kutelepon Kak Fajar. Kontrakannya kan lebih dekat daripada rumah Randy, tentu dia bisa lebih cepat datang,” Amelia pun menghubungi kekasihnya.
Gak sampai sepuluh menit Kak Fajar datang bersama kedua sahabatnya. Ketika mereka datang, cowok itu masih berdiri di depan pagar kontrakan. Mereka pun akhirnya mengajak cowok itu duduk di teras lalu mengobrol. Amelia, Sindy, dan Aisha mendengarkan dari dalam.
Cowok itu bernama Rizal. Pernah kuliah di sebuah universitas swasta tapi gak selesai. Sekarang kerja di sebuah toko elektronik di Pasar Besar (siapa yang tahu dia berkata jujur atau bohong). Entah apa lagi yang mereka bicarakan karena terdengar kurang jelas dari dalam.
Sepuluh menit kemudian Brian dan Angga berhasil mengajak Rizal pergi dari kontrakan.
“Ternyata kamu takut juga ya Sha sama orang gila,” kata-kata itu pun terucap dari mulut Kak Fajar.
“Tadi Amelia, sekarang kakak. Kalian emang solmet ya. Seiya-sekata banget!” ucap Aisha dengan nada kesal. Kak Fajar memandang Amelia dengan heran.
“Tadi aku bilang hal yang sama lalu Aisha bilang calon psikolog juga manusia. Kalau ketemunya di rumah sakit jiwa dia masih bisa berpikir tenang, tapi gak kalau ketemunya di depan kontrakan malam-malam gini, ngajak kenalan lagi! Masih lumayan kalau dia gila, kalau ternyata psikopat?” Amelia menirukan kata-kata Aisha.
Kak Fajar tertawa kecil. “Maaf ya Sha kalau ucapan kakak tadi bikin kamu kesal.”
“Yang penting sekarang dia sudah pergi. Puff, semoga dia gak datang lagi!” komentar Sindy sambil kembali mengerjakan tugas Geografi Regional Indonesia-nya.
“Kakak pulang ya. Kalau ntar ada apa-apa hubungi aja,” Amelia mengangguk, kemudian mengantar kekasih tercintanya sampai depan pagar.

Minggu pagi…

Entah kenapa Aisha, Sindy, dan Amelia bermalas-malasan. Biasanya pagi-pagi sekali mereka jogging di seputaran kampus lalu menuju pasar Minggu untuk membeli sarapan.
Amelia, masih tidur lelap di depan tipi sambil memeluk boneka monyet kesayangannya. Sepertinya tadi malam dia baru memakan apel beracun dan hanya akan terbangun ketika mendapatkan kecupan di kening dari sang pangeran. Di sampingnya terdampar Sindy, masih dalam proses menyadarkan diri dari tidurnya yang bertaburkan mimpi indah. Dia bermimpi bertualang bersama Randy, kekasihnya, mengelilingi dunia menggunakan kapal pesiar yang sangat mewah. Sedangkan Aisha, menonton Sponge Bob dengan posisi ulat bulu dalam balutan kepompong alias selimut tebalnya.
Tadi malam memang hujan, sesaat setelah adzan Magrib berkumandang sampai Subuh dengan intensitas mati enggan hidup gak mau.

Hujan…
Teduh...
Hujan…
Teduh…
Hujan…
Teduh…

Akhirnya mereka menghabiskan malam Minggu menonton beberapa buah film yang mereka sewa dari rental langganan. Kebetulan saat ini mereka bertiga sedang libur bulanan dari yang namanya sholat. Jadi, bangun siang pun gak masalah.
“Mbak Aisha, mbak Sindy, mbak Amelia…. Susu segarnya datang nih…,” panggil Pak Wito, tukang susu segar langganan mereka dari depan pagar.
“Ya Pak, tunggu sebentar…,” jawab Aisha sembari memasang jilbabnya lalu berlari keluar.
“Mbangkong (bangun kesiangan) ya mbak?”
“Iya Pak. Tadi malam begadang sih,” Aisha mengambil tiga botol susu segar berukuran sedang. “Terimakasih Pak.”
“Sama-sama Mbak. Permisi…,” Pak Wito pun berlalu.
“Permisi…,” ucap seorang cowok. Saat itu Aisha berniat keluar lagi untuk menutup pagar karena tadi, dengan membawa tiga botol susu hal itu susah untuk dilakukannya.
Deg! Rizal…
Jantung Aisha langsung dag-dig-dug.
“Tenang Sha. Dia hanya seorang cowok pengidap schizofrenia,” akhirnya Aisha mendatangi Rizal yang telah berada di depan teras mereka.
“Ada apa, Mas?”
“Aku belum dikeloni (belai) istriku. Mbak mau gak ngeloni aku?”
“What?!” Aisha shock sesaat. Ngeloni?! Emang aku bojo (istri) mu! Namun akhirnya Aisha berhasil menguasai diri. Lima belas menit kemudian Aisha masuk ke kontrakan.
“Kebetulan kamu sudah bangun. Gantian gih, kamu yang sekarang keluar hadapin Rizal,” Amelia yang sedang dalam tahap akhir melipat selimutnya langsung memandang keluar, menembus jendela kaca yang tirainya setengah terbuka.
“Jadi, yang di luar itu Rizal? Kok bisa?!”
“Memangnya kamu pikir siapa? Gih, bantuin Sindy. Aku sudah ngaku-ngaku sama Rizal punya anak dua, kelas dua SD sama TK nol besar.”
“Kalau Sindy?”
“Punya hobi kawin cerai. Sekarang saja dia sudah menjalani perkawinannya yang kelima.”
“Skenarionya kenapa bisa aneh gitu?”
“Dia bilang dia belum dikeloni sama istri yang notabene belum pernah dimilikinya. So, sekarang dia pingin cari istri biar selalu ada yang ngebelai.”
“Jablai ni ceritanya…,” Amelia tertawa kegeliaan. “Ya udah, aku panggil bala bantuan dulu, cuci muka dulu, baru bantuin Sindy menghadapi Rizal,” Amelia dengan cepat mengambil ponsel. “Yank, Rizal datang lagi tuh. Hurry up, sebelum aku bilang kalau aku punya penyakit kelamin gara-gara sering ML dengan cowok sembarangan!”
Kali ini Fajar datang sendirian. Rada bingung dengan instruksi mendadak dan aneh dari kekasihnya, akhirnya Fajar tertawa ngakak setelah Amelia menceritakan penyebabnya.
“Aku senang kalau kalian benar-benar solmet. Tapi jangan kayak ini. Tadi Amelia, sekarang kakak yang tertawa. Kalau memang aku ada bakat jadi pelawak, ntar ingatkan aku buat ikutan audisi kampus Extravaganza,” Aisha mengeluh pasrah.
Mereka berempat akhirnya menghadapi Rizal bersama-sama. Cukup lama Rizal berada di kontrakan.
Naluri Aisha sebagai calon psikolog pun keluar. Dia sudah bisa meyakinkan dirinya bahwa Rizal bukanlah seorang psikopat. Berbagai pertanyaan dilontarkannya untuk membaca kejiwaan Rizal. Untungnya, Rizal dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan. Kadang jawabannya nyambung, kadang gak mengena sedikit pun. Bahkan sempat-sempatnya Aisha mentes kepribadian Rizal menggunakan tes Wartegg.
Amelia juga mengajak Rizal bernyanyi bersama. Amelia meminta Fajar bermain gitar dan dia sendiri memainkan biolanya. Ternyata suara Rizal gak mengecewakan bagi seseorang yang mereka deteksi mengidap schizofrenia. Rizal bahkan meminta mereka mengiringinya menyanyikan lagu favoritnya.

Kau yang bilang aku terbaik untukmu
Kau yang bilang aku malaikat cintamu
Itu bohong… itu palsu
Itu bohong… itu palsu

Rizal terlihat begitu menghayati. Ditambah alunan musik yang dihasilkan dawai biola Amelia, lagu Malaikat Cinta versi akustik ini terdengar sangat menyayat hati bagi orang-orang yang suasana hatinya touching banget dengan lagu ini.
Kemudian datang seorang bapak yang mengaku orang tua Rizal. Mereka akhirnya mengobrol banyak dengan beliau. Beliau juga memohon maaf karena putranya sudah mengganggu bahkan sempat membuat mereka takut.
Cowok itu benar bernama Rizal, tapi gak benar kalau dia kerja di sebuah toko di Pasar Besar. Yang benar adalah dulu dia pemilik salah satu toko yang berada di Pasar Besar. Ternyata, Rizal sedang mengalami gangguan kejiwaan akibat shock ditinggal tunangannya menikah dengan cowok lain.
Sebenarnya psikiater sudah meminta agar Rizal dirawat di rumah sakit. Tapi ibunya tidak mau berpisah dengan Rizal. Dia merasa kasihan kalau Rizal harus berada di sana, bagai terkurung di penjara. Dengan berkumpul bersama keluarga, menikmati kasih sayang mereka, dan menemukan seorang cewek yang bisa membuatnya jatuh cinta lagi, beliau berharap Rizal bisa kembali normal kejiwaannya.
Pantas saja lagu Malaikat Cinta-nya Kapten itu dinyanyikannya dengan penuh penghayatan. Ternyata lagu itu memang touching banget dengan perasaannya.
Sakit karena cinta itu memang bisa membuat orang menjadi gila!

Monday, November 17, 2008

Nasib Si Waluh


Waluh alias labu. Buah (apa sayur ya?!) yang satu ini aku suka banget. Mulai jadi campuran di sayur bening, pais waluh, serabi waluh, … asal bukan kolak waluh aku suka. So, sedih dan mubazir banget rasanya saat seorang petani respondenku bercerita bahwa ada tetangganya yang berkebun waluh pernah memiliki 1000an waluh yang cuma bisa tergeletak pasrah di rumah. Gak terjual. Gak sepeser pun, kecuali biji” (kuacinya) laku di pasaran. Kalaupun terjual, harganya juga murah banget! Kok bisa?!

Mungkin penduduk di sekitar situ sudah tuhuk (sering banget) sampai mungkin merasa eneg makan waluh. Baik di campur ke sayur atau dibikin pais. Pemasaran untuk waluh sendiri katanya c cukup sulit. Tapi yang namanya aku suka makan waluh, rasanya gerah juga. Rasanya pingin… banget aku mengembangkan waluh supaya bisa jadi komoditas potensial. Kayak di Malang, ada toko oleh” yang bahannya dibuat dari waluh. Mulai dari roti, serabi, pokoknya kue” yang terbuat dari waluh. Enak dan banyak orang yang suka. Tapi apa daya, aku baru bisa bercerita bahwa waluh” itu perlu pertolongan.
Jika mereka bisa bicara mereka pasti berteriak dengan memelas untuk berkata
“Help us, please…!!”

Monday, October 20, 2008

Udikkah Aku?!

Ini cerita waktu aku terjun ke lapangan untuk mewawancarai responden guna penelitian skripsiku. Skripsiku yang bernuansa Geografi-Pertanian-Budaya ini berisikan sejumlah penggalian informasi mengenai kegiatan usaha tani, peralatan pertanian yang digunakan, serta tradisi petani dalam kegiatan usaha tani di lahan rawa lebak yang mereka garap.

Keluargaku c sebenarnya masih banyak yang berprofesi sebagai petani. Mamaku dulu juga pernah bahuma, bahkan menyadap karet pun bisa (coz kakekku petani karet). Tapi apa karena sejak kecil aku tinggal di Banjarmasin yang notabene jauh dari aktivitas di sektor pertanian (terjun ke sawah dan pematang c pernah, tapi cuma tuk main) ataukah karena aku tuh gak merhatiin lingkungan keluargaku yang petani ya aku jadi gak banyak (bahkan mungkin) gak tahu apa”?!. Merasa udik banget deh pas terjun ke lapangan!! Mulai dari bahasa yang digunakan (Bahasa Banjarku kan sudah campur aduk, bukan Banjar Pahuluan yang masih kental banget!), istilah pertanian yang dipakai petani Banjar yang banyak ngak kumengerti, sampai alat” pertanian yang banyak diantaranya gak pernah kulihat bahkan dengar namanya. Yang terakhir ini malah bikin aku ditertawakan oleh mereka (bahkan ortuku sendiri) :”(

“Rin, masa kamu gak pernah lihat ani-ani?!”
“Masa tutujah kamu gak tahu?”
“Jangan-jangan kamu gak pernah lihat tajak atau gumbaan?!”
Jujur, walaupun aku pernah lihat, aku juga gak terlalu ngerti apa gunanya dan bagaimana cara menggunakan alat” itu.

God, udikkah aku?!

Nah, ini informasi yang berhasil kukumpulkan mengenai alat” pertanian yang biasanya digunakan petani Banjar pada lahan rawa lebak mereka. Kalau ada yang kurang mohon ditambahi, kalau ada yang salah mohon dikoreksi. Thx b4 :)


Cangkul

Kegunaan: Mengolah tanah yang akan digunakan untuk menanam benih (manaradak)

Tajak

Kegunaan: Menggemburkan (merancah) tanah setelah dicangkul, Memotong dan memapas tanah (merangai/merincah) setebal 2 – 5 cm (mengolah tanah), Menebas gulma

Alat penyemprot

Kegunaan: Menyemprot (mematikan) gulma, Menyemprot hama

Asak

Kegunaan: Menumbuk/melubangi tanah sebagai tempat meletakkan/menanam benih

Parang

Kegunaan: menebas rumput

Tutujah

Kegunaan: Melubangi tanah yang akan ditanami anakan padi

Ani-ani (ranggaman)

Kegunaan: memotong tangkai padi

Sabit

Kegunaan: Memotong batang padi

Mesin perontok

Kegunaan: Memisahkan batang dan benih padi

Gumbaan

Kegunaan: mesin penampi benih (untuk memisahkan benih yang berisi dengan yang kosong/ringan)

Tikar purun

Kegunaan: Menjemur benih

Si Kunyu

Waktu kecil ada gak barang yang gak bisa dipisahkan dari kamu?! Kalau gak salah c dulu aku ada. Kalau gak selimut, bantal guling! Tapi gak sampai terlalu besar Mama sudah memisahkanku dengannya. Nah, kali ini aku mau cerita tentang keponakanku dan Si Kunyu, barang yang gak bisa pisah dari dia itu.

Kalau barang itu berbentuk selimut atau guling yang kondisinya sudah parah banget mungkin masih lucu kali ya… Tapi Si Kunyu ini barangnya unik, yaitu (sori) bra yang saking udah lama tentu kondisinya juga udah parah banget!! Bra ini ya tentunya bra mamanya keponakanku itu. Tapi entah kenapa kalau keponakanku itu minum susu atau tidur tanpa Si Kunyu dia seperti gak ada gairah hidup. Mau minum gak selera, mau tidur gak bisa. Dia bisa ngamuk” deh kalau Si Kunyu gak ada di sisinya… Kadang-kadang Si Kunyu ini juga diajaknya main dan diperlakukannya layaknya benda hidup. Diajak ngomong, diajak becanda, … Gak tahu deh apa yang harus dilakukan sama acilku supaya bisa misahin Si Kunyu darinya. Gak tahu juga sampai kapan keponakanku yang sudah duduk di bangku TK itu akan terus menganggap Si Kunyu sebagai sahabatnya. Yang pasti bakal gawat banget kalau sampai besar keponakanku itu gak bisa pisah dari Si Kunyu. Ilfil banget kan kalau liat Co yang gak bisa pisah sama bra butek milik mamanya, hHe… ^.^v

Anak Kelas 1 SD

Ingat gak c gimana kamu waktu kelas 1 SD?! Pasti childish banget. Tapi entah kenapa aku gak merasa se-childish Aldi, adik sepupuku yang badannya bulet abis. Habisnya, dia susah banget disuruh sekolah! Padahal dia udah lumayan pintar baca tulis loh (walau tulisannya gede-gede, ngikutin bodynya yang juga ndut bulet, hHe… ^.^v).

Sebab dia gak mau pergi sekolah gara” kelasnya dipindah. Awalnya kelasnya itu ada di lantai dua. Gara” direhab dia dan kawan”nya mau gak mau pindah ke kelas di lantai bawah. Dia ngambek. Akhirnya maksa” mamanya untuk pulang. Mamanya pun terpaksa membawa dia pulang daripada dia ngamuk dan mukul” gurunya (serius, adik sepupuku ini gak jarang loh mukulin orang!!). Untungnya beberapa hari kemudian dia sudah mau pergi ke sekolah lagi. Gak sampai satu jam dia pergi ke sekolah tiba” aku lihat dia udah pulang. Mamaku sempat mengira dia jatuh pas lagi main sama kawan”nya. Ternyata, kelas dia harus pindah lagi ke kelas sebelah. Trus adik sepupuku itu ngambek lagi dan maksa” mamanya untuk pulang. Well, sampai hari ini adik sepupuku itu masih gak mau pergi ke sekolah.

Gak ngerti juga c aku kenapa dia sampai kayak itu. Sudah sekolah ditungguin ma mamanya, tukang ngambek pula!! Pernah waktu dia gak bisa menulis secepat kawan”nya dia nangis trus minta pulang. Ribet banget deh!! Mana Aldi tuh susah banget diajak ngomong dari hati ke hati. Padahal dia tuh kadang kayak orang dewasa. Buktinya pas aku dan kakaknya nyuruh” dia tuk sekolah dia malah marah” trus bilang ke kami,

“Gak usah mikirin aku. Pikirin aja diri sendiri. Aku bisa kok jaga diri aku sendiri!”

Untuk anak kelas 1 SD kata” kayak itu kan udah dewasa banget?!

Susah juga ya menghadapi anak kecil yang ribet kayak dia itu. Untungnya aku bukan anak psikologi. Kalau adikku ada di sini mungkin sudah diminta mamanya untuk bantu menerapi dia. Kalau lihat kelakuan anak” TK dan kelas 1 SD yang macam” (aneh, lucu, nyebelin), aku juga jadi teringat sama cerita Zulis tentang Mamanya yang sejak dulu ngajar kelas 1 SD. Katanya ada… aja kelakuan mereka yang sering bikin mama capek mengajar mereka sampai rasanya pingin pensiun dini.

Well, aku yang kadang jadi nanny-nya sepupu atau keponakanku yang terbilang banyak merasakan c enak dan gak enaknya merawat, menjaga, dan mendidik mereka. Semoga aja pas aku jadi seorang mama aku bisa jadi mama yang ideal tuk anak”ku. Tapi kapan yach?! Hope soon dech! :)

Wednesday, September 24, 2008

Pelajaran itu bernama SABAR

Beberapa waktu lalu di kampus aku ngobrol dengan seorang dosen yang cukup dekat dengan kami (mahasiswa”nya). Lagian wajar, 2 mata kuliah beliau yang aku ikuti sangat berkesan. Aku sering bertanya di kelas (sampai kawan”ku bilang aku niy pintar or bodoh jadi tanya terus, padahal aku punya banyak buku!! Hal ini s4 bikin aku bete sama kawan” sekelasku). Nilai” tugas dan ujianku pun selalu bagus (dapat A dunk!! Bahkan presentasiku individualku mendapat nilai terbaik. Thx to Jejak Petualang edisi ekspedisi Papua yang membuatku bisa cerita banyak! Yach, walau sekarang aku lupa apa isi presentasiku itu ^.^v). Dan walau beliau sering ketukar antara aku dan Rika (sekarang udah gak lagi kan Pak?!), karena aku berasal dari luar Jawa, mungkin itu yang membuat beliau masih sangat mengingatku (gara” post blogku dulu juga mungkin ^.^v). Beliau menanyaiku. Obrolan kami +- gini:
“Farina, sudah sampai mana skripsimu?”
“Baru mau mengajukan surat izin seminar, Pak.”
“Kok baru mau seminar?! Saya pikir kamu sudah mau sidang.”
“Pinginnya c gitu, Pak. Tapi judul saya saja baru diterima minggu kemarin.”
“Kamu angkatan 2004 kan?”
“Iya, Pak.”
“Anak saya, kuliah di teknik informatika sudah mau wisuda loh.” (anak bungsu beliau angkt. 04 juga).
“Keren kan, Pak! Anak Geografi lebih susah lulus dibanding anak TI.” Kami lalu tertawa bersama.
“Sedih juga saya melihat kalian. Padahal kalian gak bermasalah di akademik kan?”
“Gak, Pak. Kami tuh bermasalahnya sama keberuntungan.” Kami lalu kembali tertawa.
“Yang sabar ya. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Insya Allah kalau ikhlas Allah akan memberikan balasan yang lebih baik setelah ini.” Aku mengamini perkataan beliau.
Setiap kali bertemu dan berbincang dengan kawan” yang ‘senasib’ denganku, beliau gak akan pernah bosan untuk mengulangi perkataannya itu, memberikan semangat dan doanya to kami.
Begitu juga ketika aku bertemu Julak anum saat menjemput Ifit di C3. Selain mengobrol tentang perkawinannya Dewi (sahabatku, keponakan beliau), kami membincangkan skripsiku. Dewi yang lulus ketika semester 7 bahkan menjadi wisudawan terbaik, tentu bertolak belakang denganku yang di semester 9 masih skripsi dan gak bakal jadi wisudawan terbaik (walau IPKku gak jelek. Aku yakin kok bisa lulus dengan IPK minimal 3,3!). Julak menghiburku dengan kata” yang mirip pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Asalkan aku sabar dan selalu berdoa Insya Allah aku akan diberikan yang terbaik oleh-Nya. Aku pun mengamini perkataan beliau.
Gak jarang aku saling berbagi cerita dengan kawan”, baik yang berhasil lulus 4 tahun, ataupun yang bertekad lulus di tahun ke 4,5 masa kuliah S1 kami. Walaupun perjalanan pengerjaan skripsiku gak mudah, alhamdulillah ternyata aku masih lebih beruntung dibanding beberapa kawan. Judulku diterima tanpa harus belasan kali mengajukan judul (dan pakai acara nangis/strez gara” judul ditolak karena suatu sebab. Bahkan, ada beberapa kawan yang belum mengajukan judul skripsinya. Entah belum PD, takut, or ?! to mengajukan judul skripsinya). Pembimbingku pun segera saja menyuruhku menjadwal seminar tanpa harus bolak-balik merevisi proposal. Dan walaupun super duper sibuk, pembimbingku tuh care abis! Beliau juga gak pernah lupa untuk memberikan semangat dan menyakinkan bahwa aku bisa mengerjakan skripsiku dengan baik (thx, Sir!!). Kata kawan”, pengujiku juga enak. Beberapa dosen juga easy going to dimintai masukan dan jadi tempat curhat. Kalau aku perlu apa” Pa Rafieq, Usup, dan keluargaku, di tengah” kesibukan mereka bahkan akan segera menyediakan permintaanku. Belum lagi dukungan dan semangat yang gak henti” diberikan, oleh ortu, keluarga, dosen, sahabat, kawan, adik” kelas, …. Rasanya naif kalau aku gak mensyukuri apa yang kudapatkan sekarang.
Ternyata skripsi memang bisa merubah hidup seseorang. Fisik dan mental benar” diuji. Tapi aku jadi belajar to menyikapi sesuatu dengan lebih sabar, bijak, dan menerima apa yang kualami dengan rasa syukur dan ikhlas. Satu step lebih dewasa daripada sebelumnya.

Sunday, September 14, 2008

Do'a untuk Jodohku

     Aku sudah lupa dapat dimana do’a, puisi, syair, atau apalah yang sesuai dengan tulisan di bawah ini. So, bagi yang merasa membuatnya sori ya kalau aku posting tanpa pemberitahuan sebelumnya… ^.^v
     Aku menyebut kata” di bawah ini sebagai do’a u/ jodohku. Semoga Allah telah mencatatkan .. .... (rahasia dunk!!) sebagai jodohku. Siapa juga yang gak berharap pacar (bagi yang punya) or someone yang kita suka a/ jodoh kita! Ya kan?! Berdo’a saja Allah memberikan jodoh yang sholeh (bagi Ce), sholehah (bagi Co) u/ kita. Amin, Ya rabbal a’alamin.


Ya Allah…………………
Engkau maha kuasa atas segalanya
Bumi dan langit dalam genggaman tangan-Mu
Semua mahluk hidup bersujud kepada-Mu
Tiada satupun kejadian di alam semesta ini tanpa ijin-Mu
Allahu Rabbi…………
Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
Dan mempertemukan hamba dengannya
Untuk saat-saat terindah ketika kami bersama
Untuk senyumnya yang selalu mengiringi langkah hamba
Ijinkanlah hamba memohon kepada-Mu
Seandainya telah Engkau catatkan
Dia berjodoh dengan hamba
Bantulah hamba untuk mencintai, mengerti, dan menerima dia seutuhnya
Berikanlah hamba kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya
Yakinkanlah dia bahwa hamba sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka dengan dia
Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti, dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan
Dia bukan milik hamba
Bawalah jauh bayangannya dari mata ini, luputkanlah ingatan tentang dirinya
Berkatilah setiap langkahnya, agar dia tidak tersesat
Dan peliharalah hamba dari kekecewaan
Berikan hamba kekuatan
Untuk menahan rasa kegelisahan, kehilangan, dan kesedihan
Untuk membuang kenangan bersamanya
Untuk melihatnya berbahagia, walau itu dengan orang lain
Untuk tetap dapat menerima sebagai seorang teman
Luka dan keraguan ini pasti ada hikmahnya
Perjalanan ini mengajarkan hamba untuk hidup semakin dekat dengan-Mu, selalu berdoa, mengingat nama-Mu, dan menjadikan agama-Mu sebagai petunjuk hidup
Belajar untuk berusaha dan berdoa, sabar menanti tibanya waktu, dan setia berharap untuk terkabulnya keinginan
Menghargai hamba-Mu yang, melihat mereka dalam kebaikan dan menjadikannya panutan untuk bijaknya hari depan
Membakar kesombongan dalam diri, makin tiada berartinya hamba dihadapan-Mu ya Allah……
Jangan Engkau biarkan hamba sendirian
Menjuruskan hamba ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka karuniakan hamba seorang pasangan yang beriman
Supaya kami dapat membina kesejahteraan hidup
Melahirkan keturunan yang akan mengagungkan nama-Mu
Menegakkan agama-Mu di muka bumi
Ya Allah semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan doaku ini
Amin, Ya rabbal a’alamin

Sunday, September 7, 2008

Tersesat ke Jalan yang Benar

Sebelumnya, walau Ramadhan sudah berjalan lebih dari seminggu, aku mau mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Allahummaghfilanaa wa balighnaa fiy ramadhan waja’alnaa minalmuhsiniin. Amin.
Tersesat ke jalan yang benar? Istilah yang aneh… Tapi ya begitulah adanya…
   Istilah ini singgah di telingaku berawal karena kisah seorang… (sebut saja) adik. Sesama muslim kan bersaudara. Karena dia lebih muda jadi dia manggil aku kakak. Aslinya c aku memang pingin jadi kakak iparnya. Insya Allah kalau aku berjodoh dengan kakaknya. Amin. Doakan yach!! hHe… ^.^v
   Istilah yang kami gunakan untuk masa” ‘suram’ dia adalah zaman Jahiliyah. Yach, aku gak tahu pasti c seberapa bandel dia dulu… namanya juga remaja. Dimasa pencarian jati diri pasti ada… aja kenakalan yang diperbuat. Entah bolos sekolah/les, ngutil di toko ortu sendiri, tukang berantem, suka ngejahilin guru/kawan, sholat cuma kalau pingin, etc dah!! Nah, tiba” adikku itu berubah jadi Insya Allah anak yang shaleh. Karena perubahan yang dia alami inilah maka kakaknya menyebutnya tersesat ke jalan yang benar. Apa resepnya ya?! Namanya hidayah, Allah SWT yang memberi. Kapan pun, dimana pun , hidayah-Nya bisa datang. Semoga kita menjadi orang yang mendapat hidayah dari-Nya. Amin.
Tersesat ke jalan yang benar? Ikutan dunk…